Budaya Belajar Jaman Old Dan Budaya Belajar Jaman Now

Ketika terdengar kata Budaya Belajar, saya jadi teringat masa-masa menimba ilmu di tingkat sekolah dasar yaitu SDN Boto No 80 Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Dimana kala itu tempat aku tinggal dan dibesarkan belum terjamah listrik sekitar tahun sembilan puluhan yang lalu.

Dengan semangat yang tinggi dan juga dorongan oleh orang tuaku yang sangat tegas untuk soal pendiidkan. Sebagai seorang siswa yang masih lugu tentunya saya sengat manut apa yang di ajarkan oleh bapak dan ibu guru tatkala itu. Sebagai contoh yang selalu saya ingat cara belajar yang baik itu seperti ini "Pelajaran yang telah disampaikan tadi pagi tolong dipelajari lagi di rumah dan pelajaran yang akan diajarkan esuk jangan lupa dipelajari sebelum berngkat sekolah". Kalimat tersebut masih terniang ditelinga dan sebisa mungkin akan saya terapakn kepada adik dan anak-anakku kelak.

Budaya belajar jaman dahulu dengan budaya belajar pada jaman sekarang memang beda jauh. Kalau pada masak aku kecil walupun toh mati lampu tetap berusaha untuk belajar karena selalu dipantau oleh orang tua. Apalagi kalaa ada PR wah saya suka sekali. Demikian juga kalo mau pulang sekolah diberikan pertanyaan oleh bapak ibu guru, siapa yang bisa menjawab maka boleh pulang terlebih dahulu. Bisa dibilang akulah yang sering pulang terlebih dahulu karena paling bisa menjawabnya, terutama pentanyaan singkat-singkatan atau kepanjnagan contohnya BRI, ABRI dan lain-lain.Saya dulu bercita-cita menjadi guru.

Waktu aku belajar dulunya gak ada fasilitas yang semudah ini, ada internet yang bisa dimanfaatkan. Sebatas merangkum dan menghafalkan buku-buku yang ada serta pinjam dari perpustakaan sekolah. Tempat saya tinggal juga jauh dari akses ke kota, apalagi jalan juga belum diaspal pada waktu itu.

Kalau belajar jaman sekarang sih enak dan mudah banget. Dengan adanya internet kita bisa memanfaatkannya, mudah mencari bahan belajar, bisa terkoneksi dengan teman-teman. Apalgi sekarang tidak pandang bulu baik dari tingkat sekolah dasar pun sudah melek internat atau melek IT.

Namun demikian, dukungan orang tua juga sangat penting, jangan sampai dengan adanya kecanggihan malah jadi terlena dan tidak terkendali atau tidak memperhatikan budaya belajar sang anak pada jaman sekarang. 

Kembali lagi tentang budaya belajar jaman old dan budaya belajar jaman now semua tergantung pada niat masing-masing. Apapun alasannya. Perubahan jaman bukan untuk dihindari dan dijadikan beban namun harus kita ikuti dan kita jadikan sarana yang lebih canggih lagi.

6 komentar:

Andhika Nur Afian mengatakan...

Betul sekali, luar biasa gregetnya sekolah jaman dulu kak towo.. Jalan bareng2 ke sekolah, naik sepeda kayuh.. Bonceng2an, paling suka lao lewat polisi tidur, bisa jumping sepedanya... Hehe

Ahmad Juremi mengatakan...

Pendidikan zaman old sangat keren karena keterbatasan alat sarana belajar tapi masih dibarengi semangat belajar.

Adhi Sutowo mengatakan...

betul sekali mas andhika, tapi dulu saya hanya jalan kaki...soale aagk dekat.
rasanya pingin terulang kembali mas Ahmad Juremi, berkesan pokoke...

herva yulyanti mengatakan...

iya saya merasakan sering banget disuruh merangkum tujuannya biar mengulang kembali pelajaran yg sudah diberikan kalau zaman now teknologi makin canggih jd banyak referensi buat belajar klo anaknya emang rajin sih hehehe

Reyne Raea mengatakan...

Jadi ingat masa kecil, belajar setiap saat.
Kalau ada ujian siangnya belajar, malamnya belajar lagi, dini hari pukul 3 dibangunin lagi belajar hahaha.

Alhamdulillah otak gak panas, malah bikin rapor SD saya bagus-bagus nilainya.

Tapi juga heran.

Anak saya sekarang ada ujian atau enggak, pola belajarnya sama aja.
Cuman sekali aja di malam hari, tapiiii Alhamdulillah nilainya juga bagus-bagus :)

Ma Salafiyah Merakurak mengatakan...

Sungguh menginspirasi...

Posting Komentar